Hadiri Muskerwil II ISNU Jawa Tengah, PC ISNU Kabupaten Pekalongan Dorong Penguatan Peran Sarjana NU yang Berdaya dan Berdampak

KABUPATEN SEMARANG, ISNU KOTA SANTRI – Pimpinan Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PC ISNU) Kabupaten Pekalongan menghadiri Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) II Pimpinan Wilayah ISNU Jawa Tengah yang diselenggarakan di Tlogo Resort & Goa Rong View, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Sabtu–Ahad (10–11 Oktober 2026).

Mengusung tema “Meneguhkan Khidmah untuk ISNU Berdampak”, kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat konsolidasi organisasi, mengevaluasi program kerja, serta merumuskan langkah konkret pemberdayaan sarjana Nahdlatul Ulama di Jawa Tengah.

PC ISNU Kabupaten Pekalongan mengirimkan dua delegasi, yakni Ketua PC ISNU Kabupaten Pekalongan, Dr. Moh. Nasrudin, M.Pd.I., dan Sekretaris, Ahmad Kamalul Fikri, M.Li.

Selain Muskerwil II, kegiatan ini juga dirangkai dengan Focus Group Discussion (FGD) yang mengangkat persoalan pengembangan energi panas bumi (geotermal) di kawasan Gunung Ungaran dan dampaknya terhadap lingkungan.

Ketua Umum PP ISNU: Sarjana NU Tidak Boleh Menjadi Penonton

Ketua Umum Pimpinan Pusat ISNU, Prof. Dr. Phil. Kamaruddin Amin, M.A., dalam sambutan dan arahannya secara daring menegaskan pentingnya keterlibatan aktif sarjana NU dalam menjawab persoalan keagamaan, kebangsaan, dan kemasyarakatan.

Menurutnya, ISNU sebagai organisasi intelektual Nahdlatul Ulama harus mengambil peran strategis dalam menjaga karakter Islam Indonesia yang moderat, menghargai keberagaman, dan selaras dengan nilai-nilai demokrasi.

Ia juga menekankan bahwa keberagamaan harus memberikan manfaat nyata bagi kehidupan manusia, bukan hanya menghadirkan ketenangan spiritual.

Dalam arahannya, Kamaruddin Amin menggarisbawahi tiga dimensi penting keberagamaan, yakni spiritually enlightening (mencerahkan secara spiritual), economically empowering (memberdayakan secara ekonomi), dan socially impactful (berdampak secara sosial).

Ketiga dimensi tersebut diharapkan menjadi orientasi gerakan ISNU dalam menghadirkan keberagamaan yang produktif dan berorientasi pada kemaslahatan.

Ketua Umum PP ISNU juga mengajak seluruh kader dan pengurus ISNU untuk tidak sekadar menjadi pengamat perjalanan bangsa, tetapi terlibat aktif melalui kontribusi pemikiran, pengembangan keilmuan, dan pemberian masukan konstruktif terhadap berbagai persoalan nasional.

Pada kesempatan tersebut, Kamaruddin Amin secara resmi membuka kegiatan dengan mengajak seluruh peserta membaca basmalah bersama.

PW ISNU Jawa Tengah Perkuat Konsolidasi dan Program Goes to Campus

Sementara itu, Ketua PW ISNU Jawa Tengah, Dr. Fakhrudin Aziz, Lc., M.S.I., menyampaikan bahwa Muskerwil II menjadi forum penting untuk memperkuat kelembagaan dan merumuskan program-program strategis organisasi.

Salah satu prioritas PW ISNU Jawa Tengah adalah memperluas konsolidasi kepengurusan di tingkat kabupaten/kota, dengan harapan seluruh 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah memiliki kepengurusan PC ISNU.

Selain penguatan organisasi, PW ISNU Jawa Tengah juga mengembangkan program ISNU Goes to Campus sebagai wadah kolaborasi antara sarjana NU dan perguruan tinggi.

Program tersebut diarahkan untuk mempertemukan berbagai disiplin keilmuan dalam merespons persoalan aktual masyarakat, sekaligus memperkuat fungsi ISNU sebagai laboratorium pemikiran Nahdlatul Ulama.

Dalam sambutannya, Ketua PW ISNU Jawa Tengah turut menyebut peluang kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi, termasuk Universitas Diponegoro, UIN Walisongo, dan UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.

Peluang penyelenggaraan ISNU Goes to Campus di UIN Gus Dur Pekalongan menjadi salah satu agenda yang berpotensi memperkuat kontribusi akademisi dan sarjana NU di wilayah Pekalongan.

FGD Geotermal: Menjaga Bumi melalui Pendekatan Ilmiah dan Ekoteologi

Agenda penting lainnya adalah FGD yang membahas pengembangan geotermal di kawasan Gunung Ungaran beserta potensi dampaknya terhadap lingkungan.

Forum ini menghadirkan unsur akademisi, pakar geotermal, pemerhati lingkungan, dan masyarakat untuk mendiskusikan persoalan energi terbarukan secara ilmiah dan terbuka.

Pembahasan mencakup potensi pemanfaatan energi panas bumi sekaligus kekhawatiran masyarakat mengenai kelestarian sumber air, ekosistem, cagar budaya, dan keberlanjutan lingkungan.

Melalui kegiatan tersebut, PW ISNU Jawa Tengah berupaya menegaskan peran sarjana NU sebagai kelompok intelektual yang mampu menghadirkan kajian berbasis keilmuan, bukan sekadar terjebak dalam perdebatan antara pihak yang mendukung dan menolak suatu kebijakan.

Pendekatan ekoteologi juga menjadi pengingat bahwa menjaga kelestarian alam merupakan bagian dari tanggung jawab keagamaan dan kemanusiaan.

PC ISNU Kabupaten Pekalongan Siap Memperkuat Sinergi dan Kontribusi Keilmuan

Ketua PC ISNU Kabupaten Pekalongan, Dr. Moh. Nasrudin, M.Pd.I., memandang agenda Muskerwil II sebagai momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pengurus wilayah dan cabang dalam mengembangkan organisasi yang berorientasi pada kebermanfaatan.

Partisipasi PC ISNU Kabupaten Pekalongan dalam forum ini sekaligus menjadi bentuk komitmen untuk mendukung penguatan kelembagaan, pengembangan jejaring akademik, dan pemberdayaan potensi sarjana NU.

Berbagai gagasan yang berkembang dalam Muskerwil, khususnya mengenai penguatan peran intelektual, kolaborasi perguruan tinggi, dan kepedulian terhadap persoalan sosial-ekologis, menjadi bahan penting bagi pengembangan program organisasi di tingkat cabang.

Melalui semangat “Berdaya dan Berdampak”, PC ISNU Kabupaten Pekalongan diharapkan terus menjadi wadah aktualisasi sarjana NU yang mampu mengintegrasikan nilai-nilai keislaman, penguasaan ilmu pengetahuan, dan pengabdian kepada masyarakat.

Muskerwil II PW ISNU Jawa Tengah menjadi ruang konsolidasi untuk meneguhkan bahwa khidmah sarjana NU tidak berhenti pada penguatan organisasi, tetapi harus diwujudkan melalui kontribusi nyata bagi umat, bangsa, dan kelestarian lingkungan.

Redaksi ISNU Kota Santri

Tinggalkan Komentar

Scroll to Top

Eksplorasi konten lain dari PC ISNU Kabupaten Pekalongan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca