
KAJEN, ISNUKOTASANTRI.COM – Pimpinan Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kabupaten Pekalongan menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Kurikulum Pesantren Berbasis Nilai-Nilai Aswaja”. Kegiatan diskusi intelektual ini dilaksanakan pada hari Selasa, 16 Juni 2026, mulai pukul 15.15 WIB di Qonsha Coffee & Eatery, Kajen, Kabupaten Pekalongan.
FGD ini mengusung misi utama “Mengawal tradisi, merawat sanad keilmuan, dan meneguhkan Islam yang Rahmatan lil ‘Alamin di Kota Santri”. Forum ini secara khusus dirancang untuk melakukan pembahasan dan validasi model transformasi pendidikan menuju Outcome-Based Education (OBE) yang terintegrasi dan dinamis.
Diskusi tersebut menghadirkan dua narasumber utama, yakni Dewan Ahli PC ISNU Kab. Pekalongan, Ziaul Khaq, M.Pd., serta Ketua PC ISNU Kab. Pekalongan.
Pergeseran Paradigma Kurikulum
Agenda FGD bertujuan menghimpun masukan untuk memvalidasi pergeseran dari Instructional Curriculum (yang cenderung linier dan berpusat pada materi pelajaran) menuju Outcome-Based Curriculum (yang berpusat pada capaian lulusan dan nilai). Transformasi ini dirancang untuk menjawab tantangan pendidikan kontemporer tanpa menggerus tradisi, dengan menjadikan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) sebagai ruh utama dalam setiap komponen ekosistem pendidikan.
Dalam perumusan desain kurikulum tersebut, terdapat empat pilar ruh pendidikan pesantren yang menjadi fondasi analisis kebutuhan masyarakat, yaitu:
- Tawassuth (Moderat): Menghindari ekstremitas dalam pemikiran dan tindakan.
- Tawazun (Seimbang): Proporsional dalam memadukan ilmu agama, pengetahuan umum, dan keterampilan hidup.
- Tasamuh (Toleran): Menghargai perbedaan dan keragaman di tengah masyarakat.
- I’tidal (Adil): Menegakkan kebenaran dan keadilan secara objektif.
Seluruh pembaruan ini tetap memegang teguh prinsip ulama salaf, yakni al-muhafazhah ‘ala al-qadim al-shalih wa al-akhdzu bi al-jadid al-ashlah (memelihara tradisi lama yang baik, mengambil hal baru yang lebih baik).
Mencetak Santri Ideal di Era Kontemporer
Model kurikulum revisi (OBE) ini menawarkan sistem umpan balik berkelanjutan (formatif dan sumatif) yang sistematis, integratif, dan saling terkait utuh. Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) berbasis Aswaja akan bertindak sebagai jembatan yang menghubungkan antara kerangka OBE yang adaptif terhadap kebutuhan zaman, dengan tradisi pesantren yang otentik (seperti kajian kitab kuning, keteladanan Kiai, dan pembiasaan akhlak).

Melalui sinkronisasi yang terukur tersebut, kurikulum ini ditargetkan mampu mencetak profil santri ideal yang utuh, yang meliputi:
- Berilmu (Intelektual): Memadukan kedalaman ilmu agama (Tafaqquh Fiddin) dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi kontemporer.
- Berakhlak (Karakter): Memiliki keterampilan hidup dan budi pekerti luhur yang mencerminkan adab kepesantrenan.
- Moderat (Sosial & Teologis): Mengamalkan prinsip-prinsip kebangsaan dan keagamaan yang moderat.
Kegiatan FGD validasi model ini merupakan langkah awal (Step 1) dari serangkaian tahapan strategis. Hasil dari forum ini akan diolah dan disempurnakan untuk memasuki tahap selanjutnya, yang meliputi pelatihan guru/asatidz, penyusunan modul ajar berbasis CPL, hingga berujung pada implementasi pilot project dan pemantauan di lingkungan pesantren.
Ditulis oleh: Admin
