PC ISNU Kab. Pekalongan Gelar Halaqah Kebangsaan: Dorong Sinergi Tripartit Ulama, Umara, dan Cendekiawan Rawat Kota Santri

WONOPRINGGO, ISNUKOTASANTRI.COM – Menjawab tantangan tata kelola pemerintahan dan pembangunan daerah, Pimpinan Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PC ISNU) Kabupaten Pekalongan sukses menyelenggarakan “Halal Bihalal & Halaqah Kebangsaan” pada Ahad (26/4/2026). Mengusung tema “Merajut Ukhuwah, Meneguhkan Integritas: Sinergi Ulama, Umara, dan Cendekiawan dalam Merawat Stabilitas dan Kemajuan Kota Santri”, forum strategis ini berlangsung gayeng dan sarat gagasan di Teman Cerita Coffee & Space, Kecamatan Wonopringgo.

Hadir memantik jalannya halaqah, tokoh-tokoh sentral dari tiga pilar (Tripartit) pembangunan daerah: K.H. Muslih Khudlori, M.S.I. (Ketua Tanfidziyah PCNU Kab. Pekalongan), H. Sukirman, S.S., M.S. (Plt. Bupati Pekalongan), serta Dr. Hj. Siti Qomariyah, M.A. (Dewan Pembina PC ISNU sekaligus akademisi UIN K.H. Abdurrahman Wahid). Acara ini dipandu langsung oleh Wakil Ketua PC ISNU, Dr. Dahrul Muhtadin, M.H.I.

Ketua PC ISNU Kabupaten Pekalongan, Dr. Moh. Nasrudin, M.Pd.I., dalam sambutannya menegaskan bahwa kehadiran ISNU bukan sekadar untuk menambah daftar organisasi kemasyarakatan, melainkan untuk menjadi mitra kritis dan strategis bagi pemerintah daerah.

“ISNU adalah wadah eksklusif kepakaran intelektual santri. Kami tidak hadir untuk kepentingan transaksional, tetapi untuk memberikan sumbangsih pemikiran yang berbasis riset (research-based policy). Sinergi Ulama sebagai penuntun moral, Umara sebagai pemangku kebijakan, dan Cendekiawan sebagai penyedia solusi adalah kunci mewujudkan good governance di Kabupaten Pekalongan,” tegas Dr. Nasrudin di hadapan puluhan perwakilan Pengurus Anak Cabang (PAC) ISNU se-Kabupaten Pekalongan.

Infrastruktur dan Reformasi Birokrasi Jadi Sorotan

Dalam sesi dialog, Plt. Bupati Pekalongan, H. Sukirman, merespons positif inisiatif ISNU. Ia memaparkan bahwa tugas terberat eksekutif saat ini adalah memulihkan kepercayaan publik dan menata kembali mentalitas birokrasi yang sempat terdampak oleh dinamika politik lokal.

“Kita akan akhiri era penempatan aparatur yang tidak proporsional atau yang sering disebut masyarakat sebagai mutasi barbar. Penempatan ASN dan tenaga pendidik harus kembali pada prinsip meritokrasi, kompetensi, dan efisiensi pengabdian,” urai H. Sukirman.

Terkait keluhan masyarakat mengenai jalan rusak, Plt. Bupati membeberkan langkah konkret pemerintah. Pada tahun 2026, Pemkab telah mengalihkan anggaran pembangunan Gedung DPRD senilai Rp 20 Miliar untuk diprioritaskan pada perbaikan ruas-ruas jalan utama. Ia juga mencanangkan tahun 2027 sebagai “Tahun Infrastruktur” agar urat nadi ekonomi warga di pesisir hingga pegunungan dapat kembali lancar.

Kesejahteraan sebagai Esensi Kota Santri

Sementara itu, dari perspektif keulamaan, Ketua PCNU Kabupaten Pekalongan, K.H. Muslih Khudlori mengingatkan agar pembangunan tidak melupakan esensi dari predikat “Kota Santri”. Menurutnya, identitas Kota Santri tidak hanya diukur dari banyaknya madrasah atau musala, melainkan dari tingkat kesejahteraan masyarakatnya.

“Membangun infrastruktur dan mengentaskan kemiskinan itu juga bernilai ibadah. Karena dengan ekonomi yang sejahtera, umat akan lebih mampu berinfak, bersedekah, dan menunaikan haji,” pesan K.H. Muslih.

Melengkapi diskursus, Dr. Hj. Siti Qomariyah, M.A., menekankan urgensi inovasi dari para sarjana NU. Mantan Bupati Pekalongan periode 2006-2011 ini mendorong kader ISNU untuk menciptakan teknologi tepat guna yang mampu menyelesaikan persoalan di akar rumput, seperti alat pengolah limbah batik skala rumah tangga yang terjangkau, hingga inovasi pasca-panen bagi petani di wilayah atas.

Kegiatan yang diawali dengan pembacaan tahlil oleh Rais Syuriyah PCNU, K.H. Baihaqi Anwar ini, tidak hanya menghasilkan kesepahaman lintas sektor, tetapi juga menampung berbagai aspirasi konkret dari masyarakat terkait akses pendidikan dan status aset lahan madrasah.

Melalui Halaqah Kebangsaan ini, PC ISNU Kabupaten Pekalongan berkomitmen untuk terus mengawal kebijakan daerah, memastikan setiap langkah pembangunan senantiasa berpijak pada kemaslahatan umat, serta merawat stabilitas tata kelola pemerintahan yang berintegritas.

Ditulis oleh: Tim Media

Tinggalkan Komentar

Scroll to Top

Eksplorasi konten lain dari PC ISNU Kabupaten Pekalongan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca