
PEKALONGAN, 4 FEBRUARI 2026 – Pimpinan Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PC ISNU) Kabupaten Pekalongan sukses menggelar Webinar Nasional bertajuk “Menyongsong Abad Kedua NU: Kolaborasi Strategis ISNU dan Pemerintah dalam Transformasi Pendidikan Pesantren dan Kemandirian Umat”, pada Rabu malam (4/2/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting ini menghadirkan narasumber istimewa, Prof. Dr. A. Umar, M.A., Guru Besar UIN Walisongo Semarang yang juga pernah menjabat sebagai Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Kemenag RI.
Intelektual Santri di Era Algoritma
Dalam paparan materinya yang berjudul “Intelektual Santri: Antara Algoritma dan Khittah 1926” , Prof. Umar menyoroti tantangan besar yang dihadapi kaum santri di era Society 5.0 dan paradoks dunia digital. Menurutnya, teknologi membawa kemudahan, namun juga membawa disrupsi moral jika tidak dikendalikan dengan nilai-nilai agama.
“Kita harus ingat satu hal fundamental: Algoritma tidak punya nurani, Khittah tidak boleh mati. Jadilah intelektual santri yang memegang kendali teknologi untuk kemaslahatan umat,” tegas Prof. Umar memantik semangat ratusan peserta webinar.
Mantan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Pekalongan (2010-2016) ini juga menekankan pentingnya menjadikan Khittah NU 1926 sebagai “Kompas Moral”. Beliau mengajak sarjana NU untuk belajar dari tokoh-tokoh pakem seperti Gus Baha dan Quraish Shihab dalam merespons perubahan zaman tanpa kehilangan jati diri.
Transformasi Pesantren dan Kemandirian
Sesuai dengan tema transformasi dan kemandirian, Prof. Umar yang juga berpengalaman sebagai Kepala Pusat Pembinaan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), menguraikan strategi transformasi praktis bagi madrasah dan pesantren.
Ia mendorong ISNU Kabupaten Pekalongan untuk mengambil peran konkret. Santri dan sarjana NU tidak boleh gagap teknologi, tetapi harus menjadi subjek yang mewarnai algoritma digital dengan konten-konten menyejukkan yang berbasis Ahlussunnah wal Jamaah.

Komitmen PC ISNU Pekalongan
Ketua PC ISNU Kabupaten Pekalongan, Dr. Moh. Nasrudin, M.Pd.I., dalam sambutannya menyampaikan bahwa webinar ini adalah ikhtiar ISNU untuk merawat nalar kritis sekaligus memperkuat sinergi dengan pemerintah.
“Kehadiran Prof. Umar bukan orang asing bagi kita. Beliau adalah ‘Bapak’ bagi warga Pekalongan yang kini berkiprah di level nasional sebagai Guru Besar. Ilmu beliau tentang manajemen pendidikan dan jaminan produk halal sangat relevan dengan visi ISNU Pekalongan yang Berdaya dan Berdampak,” ujar Nasrudin.
Acara yang dipandu oleh moderator Naila Farha, S.Pd., M.A. (Dosen UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan) ini berjalan interaktif dengan antusiasme tinggi dari para peserta yang terdiri dari akademisi, guru, dosen, dan aktifis NU dari berbagai daerah.
Webinar ini ditutup dengan kesimpulan bahwa menyongsong abad kedua NU memerlukan kolaborasi pentahelix, di mana ISNU harus hadir sebagai lokomotif pemikiran yang menjembatani tradisi pesantren dengan kemajuan teknologi masa depan.
Narahubung Media:
Sekretariat PC ISNU Kabupaten Pekalongan
Email: pcisnukabpekalongan@gmail.com
